Perlunya Perencanaan Yang Matang & Terprogram Untuk Menutup Lokalisasi di Pangkalpinang

Dampak Dari Penutupan Kedua Lokalisasi

Rencana pemerintah kota untuk menutup lokalisasi Teluk bayur & Paret enam perlu dipikirkan matang-matang, terutama dampak dari penutupan tersebut. jika kedua tempat tersebut ditutup akan berdampak berhamburnya PSK dijalanan kota Pangkalpinang. Dari isu penutupan teluk bayur saja, sudah banyak PSK yang memilih untuk mencari laki-laki hidung belang diluar lokalisasi, seperti tempat-tempat panti pijat, salon hingga dijalanan kota pangkalpinang. Kedua tempat ini saja dibuka masih banyak yang diluar (dijalanan) apalagi kedua tempat ini ditutup. Selain itu perlu biaya yang besar untuk memulangkan pekerja dilokalisasi ke daerah masing-masing.

Satu Tutup Semua Harus Tutup

Walikota Pangkalpinang Zulkarnain mengatakan  “Paling utama kalau prostitusi ini bertentangan dengan Agama, maka kita bongkar sebelum bulan Ramadhan”.  Kalaupun kedua tempat ini ditutup,  masyarakat mengharapkan tempat-tempat hiburan lain juga ditutup, seperti Clasic (pangkalbalam), diskotik Jaguar, Hiburan malam Pantai Pasir Padi, hotel-hotel yang dijadikan tempat mesum dan yang lainnya. karena tempat-tempat itu juga bertentangan dengan ajaran agama.

Walikota Zulkarnain Karim akan menutup Teluk Bayur dan Paret Enam

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menargetkan sebelum bulan Ramadhan mendatang, dua kawasan praktik prostitusi ilegal di Teluk Bayur dan Parit Enam Pangkalpinang, ditutup.

Untuk penutupan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang Zulkarnain Karim telah menginstruksikan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait untuk menutup dan membongkar dua kawasan tersebut.

“Paling utama kalau prostitusi ini bertentangan dengan Agama, maka kita bongkar sebelum bulan Ramadhan. Saya minta SKPD untuk mempersiapkan rencana penutupan dua lokalisasi ilegal itu,” kata Zul sapaan akrab Wali Kota di depan sejumlah wartawan usai coffee morning di OR Setda Kota Pangkalpinang, Senin (25/6).
Ditegaskannya, tidak ada alasan untuk tidak menutup dua lokalisasi ilegal tersebut. Pihaknya akan mengirimkan staf ke Bandung untuk mempelajari cara menutup lokalisasi.

“Tidak ada alasan untuk tidak menutup lokalisasi di Teluk Bayur dan Parit 6. Saritem kan lokalisasi yang sudah ada selama 131 tahun di Bandung, tapi bisa sekarang ditutup, makanya saya suruh belajar staf ke sana,” ungkapnya.

Akan ditutupnya dua lokalisasi ilegal tersebut, Pemkot akan menawarkan rehabilitasi terhadap para Pekerja Seks Komersil (PSK) tersebut. Mengenai rehabilitasi, akan dibuat juga Panti sosial bina karya rehabilitasi yang berada di kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Pangkalpinang. Hal ini dilakukan sebagai langkah dan upaya untuk memberdayakan para PSK agar hidup normal kembali.
“Panti rehabilitasi di kantor Dinsosnaker. Mereka akan dibina dan dilatih agar memiliki keterampilan. Kita akan mengupayakan hal itu,” ujar Zul.

Jika menolak, Pemkot akan memulangkan para PSK tersebut. Langkah itu adalah langkah terakhir yang akan dilakukan.
“Bila menolak, akan langsung dipulangkan ke daerah asal,” tukasnya. (BANGKA POS)

Sumber : Bangkapos.com

Kurangnya Penertiban Parkir Di Pangkalpinang

Pangkalpinang, Bangka – Inilah suasana parkir didepan Bandara Depati Amir Pangkalpinang, sepertinya masyarakat tidak perduli dengan adanya rambu-rambu dilarang parkir yang terpasang dipinggir jalan. Padahal sudah disediakan tempat parkir di halaman Bandara Depati Amir Pangkalpinang, tidak hanya mobil-mobil pribadi yang tidak memperdulikan rambu-rambu yang terpasang, banyak juga mobil angkutan umum parkir yang seharusnya dilarang.
Apakah masyarakat tidak mampu membayar parkir di halaman yang telah disediakan atau kurangnya penertiban. Suasana seperti ini tidak hanya terlihat disini saja tapi banyak juga terlihat dijalan utama di Kota Pagkalpinang.