Kehancuran Pulau Bangka Akibat Pertambangan Timah

timah
Aktivitas penambangan timah di Indonesia telah berlangsung lebih dari 200 tahun, dengan jumlah cadangan yang cukup besar. Cadangan timah ini, tersebar dalam bentangan wilayah sejauh lebih dari 800 kilometer, yang disebut The Indonesian Tin Belt. Bentangan ini merupakan bagian dari The Southeast Asia Tin Belt, membujur sejauh kurang lebih 3.000 km dari daratan Asia ke arah Thailand, Semenanjung Malaysia hingga Indonesia.

Di Indonesia sendiri, wilayah cadangan timah mencakup Pulau Karimun, Kundur, Singkep, dan sebagian di daratan Sumatera (Bangkinang) di utara terus ke arah selatan yaitu Pulau Bangka, Belitung, dan Karimata hingga ke daerah sebelah barat Kalimantan.

Namun, aktivitas penambangan timah lebih banyak dilakukan di Pulau Bangka, Belitung, dan Singkep (PT Timah, 2006). Kegiatan penambangan timah di pulau-pulau ini telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda hingga sekarang. Dari sejumlah pulau penghasil timah itu, Pulau Bangka merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia.

Permasalahan

Penambangan timah yang telah berlangsung ratusan tahun itu belum mampu melahirkan kesejahteraan bagi rakyat. Padahal, cadangan timah yang ada kian menipis pula. Tak heran, jika kemudian pertambangan timah di Bangka Belitung membawa dampak sosial berupa masalah kemiskinan dan kecemburuan sosial di sekitar wilayah pertambangan. Hal krusial yang memantik masalah itu muncul karena potensi timah yang berlimpah itu belum diatur secara optimal. Sehingga pendapatan berlimpah dari aktivitas penambangan pada akhirnya belum mampu mendukung bagi terwujudnya kemakmuran rakyatnya.

Banyak sekali yang mencari  Timah  dibangka Belitung. Bahkan dulu disetiap daerah pasti kita jumpai tambang timah. sampai-sampai pemerintah melakukan razia disetiap daerah yang beroperasi mencari hasil bumi ini.

Pemerintah / Masyarakat sama saja, tidak memikirkan apa akibat dari pencarian ini. Tidak hanya didarat, laut pun menjadi sasaran. siapa yang harus disalahkan jika pulau bangka menjadi tenggelam??

Selogan yang pantas untuk pulau bangka adalah
Hutan berkurang hari semakin panas
Ikan berkurang air semakin naik keatas….. ( seperti Lagu Klaki Band-Pemali )

 

Pantai dibangka belitung memang terkenal keindahannya tapi kalo ogan main kepantai jangan heran kalo ada kapal apung yang berlabuh dipinggir pantai, khususnya pantai dibangka. Hehehee
Memang sih mengganggu pemandangan tapi apa boleh buat itulah kenyataanya.

3 responses to “Kehancuran Pulau Bangka Akibat Pertambangan Timah

  1. cece Oktober 6, 2011 pukul 4:36 pm

    Bener bgt bro.
    pemerintah nya aja nyari. masyarakat nya gak dibolehin nyari.

  2. BANGKABELITUNG Juni 7, 2013 pukul 11:00 am

    setuju…!!
    Pemimpin e bai sibuk kek ngeruk timah dilaut cemane nek ngurusin warga e.

    Dk mikir akibat e kelak cemane.

  3. afni Desember 25, 2013 pukul 12:03 am

    semoga bangka belitung bisa menjadi lebih baik,timah baik laut aman🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: